Senin, 04 Mei 2009

Dont Judge a Book From Its Cover

Melihat aksi panggung Susan Boyle di ajang Britain’s Got Talent, dengan suara soprannya yang merdu merayu ditingkahi dengan selingan oktaf tinggi rendah membuat seluruh dunia terperangah. Kontras sekali jika dibandingkan dengan penampilannya yang seadanya dan terkesan kampungan. Maklum, Susan Boyle memang datang dari kampung Blackburn, gabungan beberapa desa di wilayah Wesy Lothian, Skotlandia. Susan Boyle memang muncul seperti umumnya orang kampung. Lugu, tetapi tampak percaya diri.. Tapi siapa nyana ?? Dari tampilan seperti itu, ammpuunnnn…ternyata suara emasnya membuat kita benar-benar melongo.. I Dreamed a Dream By Les Miserables keluar dari mulutnya dengan nada yang benar-benar terjaga pitch control-nya (sorry ya Miss Iik kalo istilahnya aku pinjem..).. Kita seperti terbawa ke suasana masa lalu ketika lagu-lagu klasik masih diperdengarkan lewat piringan hitam tempoe doeloe..

Alhasil, si tukang hina (You Know Hwo??? Simon Cowell lach!!!) harus kasih komentar terbaik, bahkan harus repot-repot meminta Susan Boyle untuk tidak segera meninggalkan panggung ketika usai menyanyi. Hehehehe..si Susan Boyle sich gak berasa jadi The Best yach?? Padahal sich standing applous sudah dilakukan sama seluruh penonton.. Dengan cueknya dia meninggalkan panggung sementara tepuk tangan masih membahana… Hebat ya?? Udah dikasih standing applous tapi masih rendah hati untuk enggak ke-GR-an.. Ck..ck..ck… Coba kalau kita?? Baru dipuji dikit aja udah melambung.. kalo enggak pegangan malah udah terbang ke langit ke tujuh..

Melihat gayanya dari awal penonton tadinya mencemooh ya?? Lihat aja, penonton perempuan yang ada di barisan terdepan, langsung menaikkan ujung bibir sambil melirik sinis si Susan Boyle.. begitu juga penonton yang lain… Hhhmm… They judge a book from its cover. Melihat fenomena ini, agak tersentil juga sich. Secara kita (kita??? Loe aja kali..??) kadang-kadang suka secara tidak sengaja menilai seseorang dari kulit luar. Ini kejadian beberapa waktu yang lalu, ketika ada seorang staff baru masuk ke kantor dan saya fikir dia punya “somethings”.. Skill yang oke dan diimbangi dengan kemampuan kerja yang oke juga. Tapi ternyata, ketika waktu berlalu akhirnya saya tahu bahwa ternyata dia “nothing”.. skill oke dan kemampuan oke kalo attitude-nya enggak oke, sich sama aja boong. Nol besar…

Kecewa??? Sudah pasti.. Dari situ saya jadi berfikir bahwa fatal akibatnya jika kita selalu menilai sesuatu dari kulit luar. Kalau kejadian nyatanya sich, seringkali saya ketipu dengan tulisan best seller di toko buku Gramedia.. Sampulnya oke, sinopsisnya menantang..tapi ternyata nothing. Kecewa dan sebel karena bill sudah kepalang dibayar.. Hhhuuhh…. Cuma bisa mengumpat dalam hati..!!!!

Kejadian lainnya ketika saya menerima seorang pembantu dari salah satu penyalur.. Tampangnya enggak meyakinkan, dan membuat saya berfikir puluhan kali untuk mengambilnya sebagai pembantu. Tapi, akhirnya karena “terpaksa” saya harus mengambilnya juga. Yach, hitung-hitung sambil menunggu yang baru, kata saya waktu itu. Tapi ternyata, waktu berlalu dan membuat saya terhenyak kaget. Ternyata dia memiliki skill pekerjaan rumah tangga yang oke punya lhoo!!!. Bahkan sudah 3 tahun jadi TKW di Malaysia. Dia pulang karena diminta oleh orangtuanya untuk tidak bekerja lagi di luar negeri. Dari hasilnya menjadi TKW, ternyata dia sudah mampu mendirikan rumah dan memiliki tabungan. Ckk.cckk…..ckk… hebat khan..!!!

Alhamdullilahnya lagi, ternyata dia memang bisa diandalkan untuk semua pekerjaan ringan maupun berat. Bayangkan, masak sich dia bisa angkat gallon air minum, tabung gas, belanjaan yang paling berat sekalipun dia bisa jinjing dengan “seenaknya”.. tahu enggak dia bilang apa waktu saya komentarin kemampuan dia yang super itu?

“Kalo sudah pernah jadi TKW di luar negeri semua pekerjaan pasti bisa, bu.. secara di luar negeri tuh, semua delivery order termasuk air dan gas diantarkan hanya didepan pintu,” kata dia dengan entengnya… Sayang, dia hanya ikut bekerja sama saya selama satu tahun. Karena harus menikah. Sediihhh sich, Cuma mau gimana lagi ya???

Kesimpulannya, saat ini saya tidak pernah mau menilai seseorang dari kulit luarnya.. saya harus mengenal sseorang terlebih dahulu hingga akhirnya saya bisa membuat kesimpulan yang positif tentang seseorang. Semoga dengan adanya video penayangan Susan Boyle ini saya jadi makin konsisten untuk menerapkan, Don’t Judge a Book From its Cover.. Semoga…!!!!

Dan mungkin yang kalah penting adalah, kita harus berani untuk memelihara mimpi-mimpi, seperti Susan Boyle yang memelihara mimpi untuk menjadi seterkenal Elaine Paige, aktris sekaligus penyanyi terkenal Inggris yang kiprahnya sangat diakui pada pertunjukan teater musikal. Dan akhirnya… dia mendapatkan mimpi-mimpi itu. Semoga keberanian Susan Boyle untuk memelihara mimpipun akan menginspirasi saya untuk memelihara semua mimpi yang saya punya, untuk saya wujudkan kelak di kemudian hari. Amien…!!

0 komentar: