Mau punya baby..
Mengandung dan melahirkan..
laki-laki dan perempuan sama saja..
Untuk teman puteri kecilku Adinda..
Agar ia tak kesepian lagi..
Dalam kesunyian. Aku kumandangkan syair senandung. Sambil merangkai waktu-waktu yang gugur… Berjatuhan di malam tak bermusim. Ketika mentari rebah di peraduan.. Dipangku oleh bayang telaga…



Akhirnya..
Jemariku pandai menari…
Lewat gerakan indahnya tercipta ribuan puisi dan lagu-lagu..
Juga cerita indah kita yang terangkai dalam sebuah cerita pendek…
Jemariku pandai menari…
Dia ciptakan gerakan-gerakan eksotis untuk membelaimu..
Membelai jiwamu yang kehausan laksana pengembara di
Membelai ragamu yang merindukan surgawi..
Jemariku pandai menari…
Tubuhku ikut menari bersamanya..
Menyentuh embun
Merasakan dinginnya ketika bergulir satu-satu dicercah matahari pagi..
Jemariku pandai menari..
Diantara awan dan angin…
Mencari kesenyapan yang tersembunyi tapi terasa..
Jauh didalam hati.. tersembunyi..
Ya Allah… Alangkah susahnya membohongi hati ini ya Allah…
Meski kukubur dalam-dalam.. tetap saja terasa ada perih yang menyayat hati..
Terasa ada yang kurang lengkap dalam hidupku..
Ya Allah…
Jika ini bagian dari ujian-Mu untuk hamba-Mu diatas muka bumi ini. Untuk mencapai ridho-Mu.. maka permudah aku untuk menjalani semuanya ya Allah..
Ajari aku untuk selalu bersyukur..
Aku memiliki keluarga lengkap yang menyayangi aku…
Buka mata hatiku Ya Allah..
Bahwa yang Haq disisi-Mu itu adalah haq..
Dan yang bathil disisi-Mu adalah Batil…
Jauhkan aku dari godaan djin dan syaitan kafir yang kau laknat dari awal penciptaan bumi hingga akhir masa nanti ya Allah…
Jauhkan aku ya Allah…
Tenangkan hatiku…
Bersihkan jiwa ragaku….
Beri aku ketenangan ya Allah..
Seperti ketenangan yang aku lihat di teduh mata Rasul-Mu ya Allah…
Beri Aku kekuatan…
Seperti kekuatan yang aku lihat di Umat-Mu yang menjalani ujian-Mu dengan tabah hati ya Allah..
Amien….
I Miss U...
Melihat aksi panggung Susan Boyle di ajang Britain’s Got Talent, dengan suara soprannya yang merdu merayu ditingkahi dengan selingan oktaf tinggi rendah membuat seluruh dunia terperangah. Kontras sekali jika dibandingkan dengan penampilannya yang seadanya dan terkesan kampungan. Maklum, Susan Boyle memang datang dari kampung
Alhasil, si tukang hina (You Know Hwo??? Simon Cowell lach!!!) harus kasih komentar terbaik, bahkan harus repot-repot meminta Susan Boyle untuk tidak segera meninggalkan panggung ketika usai menyanyi. Hehehehe..si Susan Boyle sich gak berasa jadi The Best yach?? Padahal sich standing applous sudah dilakukan sama seluruh penonton.. Dengan cueknya dia meninggalkan panggung sementara tepuk tangan masih membahana… Hebat ya?? Udah dikasih standing applous tapi masih rendah hati untuk enggak ke-GR-an.. Ck..ck..ck… Coba kalau kita?? Baru dipuji dikit aja udah melambung.. kalo enggak pegangan malah udah terbang ke langit ke tujuh..
Melihat gayanya dari awal penonton tadinya mencemooh ya?? Lihat aja, penonton perempuan yang ada di barisan terdepan, langsung menaikkan ujung bibir sambil melirik sinis si Susan Boyle.. begitu juga penonton yang lain… Hhhmm… They judge a book from its cover. Melihat fenomena ini, agak tersentil juga sich. Secara kita (kita??? Loe aja kali..??) kadang-kadang suka secara tidak sengaja menilai seseorang dari kulit luar. Ini kejadian beberapa waktu yang lalu, ketika ada seorang staff baru masuk ke kantor dan saya fikir dia punya “somethings”.. Skill yang oke dan diimbangi dengan kemampuan kerja yang oke juga. Tapi ternyata, ketika waktu berlalu akhirnya saya tahu bahwa ternyata dia “nothing”.. skill oke dan kemampuan oke kalo attitude-nya enggak oke, sich sama aja boong. Nol besar…
Kecewa??? Sudah pasti.. Dari situ saya jadi berfikir bahwa fatal akibatnya jika kita selalu menilai sesuatu dari kulit luar. Kalau kejadian nyatanya sich, seringkali saya ketipu dengan tulisan best seller di toko buku Gramedia.. Sampulnya oke, sinopsisnya menantang..tapi ternyata nothing. Kecewa dan sebel karena bill sudah kepalang dibayar.. Hhhuuhh…. Cuma bisa mengumpat dalam hati..!!!!
Kejadian lainnya ketika saya menerima seorang pembantu dari salah satu penyalur.. Tampangnya enggak meyakinkan, dan membuat saya berfikir puluhan kali untuk mengambilnya sebagai pembantu. Tapi, akhirnya karena “terpaksa” saya harus mengambilnya juga. Yach, hitung-hitung sambil menunggu yang baru, kata saya waktu itu. Tapi ternyata, waktu berlalu dan membuat saya terhenyak kaget. Ternyata dia memiliki skill pekerjaan rumah tangga yang oke punya lhoo!!!. Bahkan sudah 3 tahun jadi TKW di Malaysia. Dia pulang karena diminta oleh orangtuanya untuk tidak bekerja lagi di luar negeri. Dari hasilnya menjadi TKW, ternyata dia sudah mampu mendirikan rumah dan memiliki tabungan. Ckk.cckk…..ckk… hebat khan..!!!
Alhamdullilahnya lagi, ternyata dia memang bisa diandalkan untuk semua pekerjaan ringan maupun berat. Bayangkan, masak sich dia bisa angkat gallon air minum, tabung gas, belanjaan yang paling berat sekalipun dia bisa jinjing dengan “seenaknya”.. tahu enggak dia bilang apa waktu saya komentarin kemampuan dia yang super itu?
“Kalo sudah pernah jadi TKW di luar negeri semua pekerjaan pasti bisa, bu.. secara di luar negeri tuh, semua delivery order termasuk air dan gas diantarkan hanya didepan pintu,” kata dia dengan entengnya… Sayang, dia hanya ikut bekerja sama saya selama satu tahun. Karena harus menikah. Sediihhh sich, Cuma mau gimana lagi ya???
Kesimpulannya, saat ini saya tidak pernah mau menilai seseorang dari kulit luarnya.. saya harus mengenal sseorang terlebih dahulu hingga akhirnya saya bisa membuat kesimpulan yang positif tentang seseorang. Semoga dengan adanya video penayangan Susan Boyle ini saya jadi makin konsisten untuk menerapkan, Don’t Judge a Book From its Cover.. Semoga…!!!!
Dan mungkin yang kalah penting adalah, kita harus berani untuk memelihara mimpi-mimpi, seperti Susan Boyle yang memelihara mimpi untuk menjadi seterkenal Elaine Paige, aktris sekaligus penyanyi terkenal Inggris yang kiprahnya sangat diakui pada pertunjukan teater musikal. Dan akhirnya… dia mendapatkan mimpi-mimpi itu. Semoga keberanian Susan Boyle untuk memelihara mimpipun akan menginspirasi saya untuk memelihara semua mimpi yang saya punya, untuk saya wujudkan kelak di kemudian hari. Amien…!!