Selasa, 27 Oktober 2009

Baby


Mau punya baby..
Mengandung dan melahirkan..
laki-laki dan perempuan sama saja..
Untuk teman puteri kecilku Adinda..
Agar ia tak kesepian lagi..

Hanya Kagumi...


Aku senang melihatmu tersenyum simpul..
Seperti menggabungkan bintang dan bulan dalam satu rangkaian..
Berkelip jenaka dan membuatku menahan nafas..

Aku senang melihatmu ketika harus menarik sudut bibir ketika tersenyum atau tertawa.
Menutup mulut ketika harus terbahak-bahak karena celotehanku yang kadang lucu kadang garing…

Aku juga sering tertegun melihat kau mengatupkan rahangmu yang kokoh itu.
Ketika menahan emosi karena sesuatu..
Seperti ada yang tertahan di sudut hati dan enggan kau keluarkan..

Aku senang ada di dekatmu..
Melihatmu dari jarak pandang yang demikian pendek..
Merasakan harum yang teramat keras menguar dari tubuhmu..
Ditambah pula aroma tembakau dan entah aroma apa lagi..
Aku memujamu tapi tak pernah terlintas ada “sesuatu” disana..

Aku senang ada di dekatmu..
Merasakan aroma kekuasaan..
Lewat genggaman tanganmu yang kokoh..
Lewat caramu berbicara yang meyakinkan..
Lewat sikapmu yang percaya diri..

Tapi sungguh.. aku hanya kagumi saja..
Tak ingin lebih dari kagum
Karena tulang sulbimu telah menjelma menjadi perempuan lain..
Yang memang ditakdirkan Tuhan untuk temani langkahmu..

Aku cukup disini saja..
Mengurai hati dan perasaan yang entah harus kusebut apa..

Aku sangat mengagumi kamu..

Tak lebih dari itu…!!!


Bandar Lampung, 13 Agustus 2009

When I know that u’re too good to be true…

My Girl Become Older


Rasanya tetap sama. Memandangnya kali pertama hingga hari-hari terakhir ini. Tetap ada perasaan cinta yang membuncah. Tetap ada getar-getar halus ketika sama-sama beradu pandang. Juga ada perasaan yang tak terlukis kata-kata ketika tangan saling bertaut dan saling meremas. Meski dulu rambut bergelombangnya berkilau kehitaman, kini beberapa tersaput oleh warna putih uban. Dulu kulitnya halus kenyal, tapi kini dibeberapa tempat sudah ada yang terlihat menggelambir dimakan usia. Bersarang lemak dan kolesterol yang membahayakan. But…So what..????
Dia tetap sama.
Perempuan yang sama. Yang mempesona aku pada pandangan pertama, ketika dia dengan malu-malu berkenalan dalam sebuah seminar. Kerudung putih yang membingkai wajahnya membuat aku benar-benar tersihir. Seperti memandang kelembutan seorang ibu. Seorang sister yang tidak pernah aku miliki… dan membuat aku hanyut sepersekian detik, memuja Allah dengan segala keindahan ciptaannya. Subhannallah…
Kadang-kadang, ada perasaan takut kehilangan masa. Menjadi tua dan pikun sementara tak ada keluarga yang ada disampingku…

to be continued…….

5 perempuan di tepi laut



Pagi masih dipeluk kabut. Siang masih jauh membayang. Pukul 05.20 di tepi laut Lampung. Masih dengan sweater abut-abu tebal, topi rajutan, jeans kedodoran, sepasang kaus kaki yang entah sudah berwarna apa?, kopi susu ditangan. Will melangkah perlahan. Meretas kabut sambil menggeletukkan gigi karena hawa dingin yang menyergap. Tapi mau bagaimana lagi. Dia cinta laut dan baunya di pagi hari, karena itu tak ada pilihan lain selain keluar dari bungalow dan memanjakan mata, hidung, kulit, dan seluruh indera-nya untuk merasakan laut. 15 tahun berlalu ketika dia terakhir kesini. Ketika dia masih ditemani seorang laki-laki dari masa silam. Seorang laki-laki yang selalu memanggilnya madu. Seorang laki-laki yang mengizinkannya beranak-pinak menjadi 5. Putri cantik dan pangeran gagah yang sekarang bertaburan di seantero negeri. Mengerjakan urusan mereka sendiri. Sambil sesekali meneleponnya untuk sekedar menanyakan kabar dan mengisikan rekening bulanannya untuk hidup sehari-hari.
“Aku tinggal menikmati hidup,” gumamnya perlahan sambil menyeruput kopi dicangkir plastic yang tinggal separuh. Sedikit menyesal mengapa tak membawa sisa roti lapis coklat yang dibuatnya usai sholat shubuh tadi. Kini perutnya meronta minta diisi. Kembali ke bungalow hanya untuk sekedar mengambil roti, rasanya terlalu sia-sia. Tak lama lagi, tentu awan sudah dirobek oleh cahaya mentari pertama. Satu hal yang ingin dilihatnya sejak 15 tahun berlalu. Semenjak terakhir dia kesini bersama seorang laki-laki yang selalu memanggilnya madu…

To be continued……..

Kamis, 25 Juni 2009

ngelemburrr...

enggak setiap hari lembur...
Karena itu ketika lembur karena harus mempersiapkan materi presentasi untuk dibawa sama direktur kelembagaan dikti bapak hendarman ke amrik tgl 3 juli kemarin kita enjoy aja ya... Semangaddd.... Chaiyo...
Hehheee... Tadi ditengah kesibukan sempatin telp ade. Dia udh sampe bandung jam 8 tadi.. Semoga kita bisa segera jumpa lagi ya say... Gw tunggu loe dateng lagi.. Dan kita ngegila bareng lagi... Oke..!!?

out of the box..

perlu gak ya out of the box setelah begitu banyak rutinitas selama seminggu di kantor??? Hhmmmppp....

Minggu, 21 Juni 2009

Sendirian...

Apakah namanya jika kau berada di keramaian tapi kau merasa hampa amat sangat..??
Apakah namanya jika kau tersenyum dan tertawa tapi sesungguhnya pada saat yang sama kau menggigit bibir bawah menahan tangis...
Apakah namanya jika kau berkata pada orang lain untuk berbahagia dan tertawa tapi ternyata kau tidak pernah merasakannya...
Apakah namanya jika ragamu setiap hari ada di suatu tempat tapi tidak untuk jiwamu..
Ada ruang hampa yang menghuni sebagian hati..
Ada sepi yang menggigit meski kau ada disekeliling orang-orang yang kau cintai..
Aku sepi disini..
Sendiri...

Rabu, 17 Juni 2009

membaca situasi

akhir-akhir ini suka merasa 'gak nyaman' di kantor.. Ada sesuatu yang mengganjal.. Selalu saja merasa ada yang aneh dengan situasi yang ada.. Teman kerja yang aneh, beban kerja yang aneh.. Semuanya serba aneh aja..
Jadi kadang hilang mood untuk ngapa2in.. Tapi the show must go on.. Tetap harus menjalankan tupoksi.. Biar gak makan gaji buta.. Chaiyoooo nove... Maju terus....

Rabu, 06 Mei 2009

Akhirnya..

Akhirnya..
Jika buku terbuka itu kau tutup sampulnya.. Maka tak ada lagi yang bisa membuka lembaran kisahnya. Yang tersembunyi di balik judul, bab, dan ejaan, di tiap helai halamannya..Biarlah orang yang akan menebak apa yang ada didalam sana....tapi jangan pernah lagi kau buka lembarannya...
Tidak Sekarang, tidak nanti, pun tidak untuk esok hari... Hingga selamanya...
Hingga ketika buku itu tiba saatnya untuk disimpan.. di dalam rak kayu berdebu..Lalu jika ada satu cerita , ketika buku itu dibuka pada generasi mendatang...
Saat itu entah apa yang akan terjadi... Tidak ada yang bisa menebak...Tidak aku..tidak pula kamu...
Biarlah menjadi satu cerita tentang kita (kamu dan aku) pada masa yang telah berlalu..(**)

Jemariku Pandai Menari..

Jemariku pandai menari…

Lewat gerakan indahnya tercipta ribuan puisi dan lagu-lagu..

Juga cerita indah kita yang terangkai dalam sebuah cerita pendek…

Jemariku pandai menari…

Dia ciptakan gerakan-gerakan eksotis untuk membelaimu..

Membelai jiwamu yang kehausan laksana pengembara di padang pasir..

Membelai ragamu yang merindukan surgawi..

Jemariku pandai menari…

Tubuhku ikut menari bersamanya..

Menyentuh embun

Merasakan dinginnya ketika bergulir satu-satu dicercah matahari pagi..

Jemariku pandai menari..

Diantara awan dan angin…

Mencari kesenyapan yang tersembunyi tapi terasa..

Jauh didalam hati.. tersembunyi..

Allah..Kuatkan Hati-Ku Dengan Kuasa-Mu..

Ya Allah… Alangkah susahnya membohongi hati ini ya Allah…

Meski kukubur dalam-dalam.. tetap saja terasa ada perih yang menyayat hati..

Terasa ada yang kurang lengkap dalam hidupku..

Ya Allah…

Jika ini bagian dari ujian-Mu untuk hamba-Mu diatas muka bumi ini. Untuk mencapai ridho-Mu.. maka permudah aku untuk menjalani semuanya ya Allah..

Ajari aku untuk selalu bersyukur..

Aku memiliki keluarga lengkap yang menyayangi aku…

Buka mata hatiku Ya Allah..

Bahwa yang Haq disisi-Mu itu adalah haq..

Dan yang bathil disisi-Mu adalah Batil…

Jauhkan aku dari godaan djin dan syaitan kafir yang kau laknat dari awal penciptaan bumi hingga akhir masa nanti ya Allah…

Jauhkan aku ya Allah…

Tenangkan hatiku…

Bersihkan jiwa ragaku….

Beri aku ketenangan ya Allah..

Seperti ketenangan yang aku lihat di teduh mata Rasul-Mu ya Allah…

Beri Aku kekuatan…

Seperti kekuatan yang aku lihat di Umat-Mu yang menjalani ujian-Mu dengan tabah hati ya Allah..

Amien….

Senin, 04 Mei 2009

udah lama gak nulis,..

kangen juga nulis di web blog nich...
Akhirnya setelah mencari di tumpukan agenda, ketemu juga password masuk ke edit blogger blog gw ini.. Udah hopeless , dan berfikir untuk membuat ulang blog.. Tapi alhamdulilah udah ketemu.. dan start write again...

I Miss U..

I Miss U...

Mungkin satu kalimat itu yang pantas untuk menggambarkan suasana hati saat ini.. Ketika kangen itu sangat menggangguku akhir-akhir ini.. entah kepada siapa?? Atau aku tahu tapi aku mencoba untuk mengabaikannya begitu saja..
Tuhan tahu yang terbaik untuk aku.. dan Mungkin Tuhan tahu mengapa semua harus terjadi...

Dont Judge a Book From Its Cover

Melihat aksi panggung Susan Boyle di ajang Britain’s Got Talent, dengan suara soprannya yang merdu merayu ditingkahi dengan selingan oktaf tinggi rendah membuat seluruh dunia terperangah. Kontras sekali jika dibandingkan dengan penampilannya yang seadanya dan terkesan kampungan. Maklum, Susan Boyle memang datang dari kampung Blackburn, gabungan beberapa desa di wilayah Wesy Lothian, Skotlandia. Susan Boyle memang muncul seperti umumnya orang kampung. Lugu, tetapi tampak percaya diri.. Tapi siapa nyana ?? Dari tampilan seperti itu, ammpuunnnn…ternyata suara emasnya membuat kita benar-benar melongo.. I Dreamed a Dream By Les Miserables keluar dari mulutnya dengan nada yang benar-benar terjaga pitch control-nya (sorry ya Miss Iik kalo istilahnya aku pinjem..).. Kita seperti terbawa ke suasana masa lalu ketika lagu-lagu klasik masih diperdengarkan lewat piringan hitam tempoe doeloe..

Alhasil, si tukang hina (You Know Hwo??? Simon Cowell lach!!!) harus kasih komentar terbaik, bahkan harus repot-repot meminta Susan Boyle untuk tidak segera meninggalkan panggung ketika usai menyanyi. Hehehehe..si Susan Boyle sich gak berasa jadi The Best yach?? Padahal sich standing applous sudah dilakukan sama seluruh penonton.. Dengan cueknya dia meninggalkan panggung sementara tepuk tangan masih membahana… Hebat ya?? Udah dikasih standing applous tapi masih rendah hati untuk enggak ke-GR-an.. Ck..ck..ck… Coba kalau kita?? Baru dipuji dikit aja udah melambung.. kalo enggak pegangan malah udah terbang ke langit ke tujuh..

Melihat gayanya dari awal penonton tadinya mencemooh ya?? Lihat aja, penonton perempuan yang ada di barisan terdepan, langsung menaikkan ujung bibir sambil melirik sinis si Susan Boyle.. begitu juga penonton yang lain… Hhhmm… They judge a book from its cover. Melihat fenomena ini, agak tersentil juga sich. Secara kita (kita??? Loe aja kali..??) kadang-kadang suka secara tidak sengaja menilai seseorang dari kulit luar. Ini kejadian beberapa waktu yang lalu, ketika ada seorang staff baru masuk ke kantor dan saya fikir dia punya “somethings”.. Skill yang oke dan diimbangi dengan kemampuan kerja yang oke juga. Tapi ternyata, ketika waktu berlalu akhirnya saya tahu bahwa ternyata dia “nothing”.. skill oke dan kemampuan oke kalo attitude-nya enggak oke, sich sama aja boong. Nol besar…

Kecewa??? Sudah pasti.. Dari situ saya jadi berfikir bahwa fatal akibatnya jika kita selalu menilai sesuatu dari kulit luar. Kalau kejadian nyatanya sich, seringkali saya ketipu dengan tulisan best seller di toko buku Gramedia.. Sampulnya oke, sinopsisnya menantang..tapi ternyata nothing. Kecewa dan sebel karena bill sudah kepalang dibayar.. Hhhuuhh…. Cuma bisa mengumpat dalam hati..!!!!

Kejadian lainnya ketika saya menerima seorang pembantu dari salah satu penyalur.. Tampangnya enggak meyakinkan, dan membuat saya berfikir puluhan kali untuk mengambilnya sebagai pembantu. Tapi, akhirnya karena “terpaksa” saya harus mengambilnya juga. Yach, hitung-hitung sambil menunggu yang baru, kata saya waktu itu. Tapi ternyata, waktu berlalu dan membuat saya terhenyak kaget. Ternyata dia memiliki skill pekerjaan rumah tangga yang oke punya lhoo!!!. Bahkan sudah 3 tahun jadi TKW di Malaysia. Dia pulang karena diminta oleh orangtuanya untuk tidak bekerja lagi di luar negeri. Dari hasilnya menjadi TKW, ternyata dia sudah mampu mendirikan rumah dan memiliki tabungan. Ckk.cckk…..ckk… hebat khan..!!!

Alhamdullilahnya lagi, ternyata dia memang bisa diandalkan untuk semua pekerjaan ringan maupun berat. Bayangkan, masak sich dia bisa angkat gallon air minum, tabung gas, belanjaan yang paling berat sekalipun dia bisa jinjing dengan “seenaknya”.. tahu enggak dia bilang apa waktu saya komentarin kemampuan dia yang super itu?

“Kalo sudah pernah jadi TKW di luar negeri semua pekerjaan pasti bisa, bu.. secara di luar negeri tuh, semua delivery order termasuk air dan gas diantarkan hanya didepan pintu,” kata dia dengan entengnya… Sayang, dia hanya ikut bekerja sama saya selama satu tahun. Karena harus menikah. Sediihhh sich, Cuma mau gimana lagi ya???

Kesimpulannya, saat ini saya tidak pernah mau menilai seseorang dari kulit luarnya.. saya harus mengenal sseorang terlebih dahulu hingga akhirnya saya bisa membuat kesimpulan yang positif tentang seseorang. Semoga dengan adanya video penayangan Susan Boyle ini saya jadi makin konsisten untuk menerapkan, Don’t Judge a Book From its Cover.. Semoga…!!!!

Dan mungkin yang kalah penting adalah, kita harus berani untuk memelihara mimpi-mimpi, seperti Susan Boyle yang memelihara mimpi untuk menjadi seterkenal Elaine Paige, aktris sekaligus penyanyi terkenal Inggris yang kiprahnya sangat diakui pada pertunjukan teater musikal. Dan akhirnya… dia mendapatkan mimpi-mimpi itu. Semoga keberanian Susan Boyle untuk memelihara mimpipun akan menginspirasi saya untuk memelihara semua mimpi yang saya punya, untuk saya wujudkan kelak di kemudian hari. Amien…!!