
Aku senang melihatmu tersenyum simpul..
Seperti menggabungkan bintang dan bulan dalam satu rangkaian..
Berkelip jenaka dan membuatku menahan nafas..
Aku senang melihatmu ketika harus menarik sudut bibir ketika tersenyum atau tertawa.
Menutup mulut ketika harus terbahak-bahak karena celotehanku yang kadang lucu kadang garing…
Aku juga sering tertegun melihat kau mengatupkan rahangmu yang kokoh itu.
Ketika menahan emosi karena sesuatu..
Seperti ada yang tertahan di sudut hati dan enggan kau keluarkan..
Aku senang ada di dekatmu..
Melihatmu dari jarak pandang yang demikian pendek..
Merasakan harum yang teramat keras menguar dari tubuhmu..
Ditambah pula aroma tembakau dan entah aroma apa lagi..
Aku memujamu tapi tak pernah terlintas ada “sesuatu” disana..
Aku senang ada di dekatmu..
Merasakan aroma kekuasaan..
Lewat genggaman tanganmu yang kokoh..
Lewat caramu berbicara yang meyakinkan..
Lewat sikapmu yang percaya diri..
Tapi sungguh.. aku hanya kagumi saja..
Tak ingin lebih dari kagum
Karena tulang sulbimu telah menjelma menjadi perempuan lain..
Yang memang ditakdirkan Tuhan untuk temani langkahmu..
Aku cukup disini saja..
Mengurai hati dan perasaan yang entah harus kusebut apa..
Aku sangat mengagumi kamu..
Tak lebih dari itu…!!!
Bandar Lampung, 13 Agustus 2009
When I know that u’re too good to be true…